Bandar Lampung (B+62) — Menjelang akhir tahun, harga perhiasan emas dan perak di sejumlah toko di Kota Bandar Lampung terus mengalami kenaikan signifikan. Lonjakan ini dipicu oleh pengaruh situasi ekonomi global dan fluktuasi harga logam mulia di pasar internasional.
Berdasarkan pantauan di salah satu toko emas di Jalan Batu Sangkar No. 99, Bandar Lampung, harga emas kini menembus Rp2.200.000 per gram, naik dari bulan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp2.100.000 per gram. Sementara itu, harga perak juga mengalami kenaikan tajam dari Rp75.000 per gram menjadi Rp95.000 per gram.
Pemilik toko emas dan perak di kawasan tersebut, Ahmad Humaidi, mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi secara bertahap sejak awal November 2025.
“Bulan lalu harga sempat turun, jadi masyarakat masih banyak yang membeli. Tapi sekarang harga naik tinggi, pembeli justru sepi. Sebagian orang malah menjual perhiasannya karena harga sedang bagus dan mereka butuh uang,” ujar Ahmad, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, meski jumlah pembeli berkurang, para pedagang tetap memperoleh keuntungan dari selisih kenaikan harga logam mulia.
“Kami memang mendapat keuntungan lebih besar karena harga emas dan perak mencuat tinggi. Namun, transaksi pembelian menurun cukup drastis karena daya beli masyarakat ikut melemah,” jelasnya.
Kondisi ini membuat sebagian besar warga memilih menunda pembelian perhiasan baru hingga harga kembali stabil. Sebaliknya, permintaan terhadap penjualan perhiasan bekas meningkat, karena masyarakat ingin memanfaatkan momen harga tinggi untuk mendapatkan keuntungan tunai.
(Ali)











