Beranda Kota Bandarlampung PWI Lampung Uji Integritas Wartawan di Era AI: Tekankan Adaptasi Tanpa Kehilangan...

PWI Lampung Uji Integritas Wartawan di Era AI: Tekankan Adaptasi Tanpa Kehilangan Nurani

34
0

LAMPUNG (B+62) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung menggelar diskusi pada pekan pendidikan wartawan bertajuk “Uji Integritas Wartawan di Tengah Arus Kecerdasan Buatan (AI)” di Aula Balai Wartawan Hi. Solfian Akhmad pada Senin, (17/11/2025).

Ketua PWI Lampung, Wirahadikusumah, mengatakan pekan pendidikan wartawan tahun ini berlangsung selama lima hari, Senin hingga Jumat.

“Hari ini pembukaannya. Kami memohon Gubernur Lampung dapat membuka rangkaian selanjutnya,” ujar Wira.

Ia mengatakan pekan pendidikan akan diisi dengan diskusi, pelatihan, dan uji integritas wartawan, termasuk pembahasan peran AI yang kian meluas dalam industri media.

“Kita lihat bagaimana AI mulai menggantikan peran presenter hingga proses produksi. Kalau wartawan tidak beradaptasi, ya kita akan tertinggal,” katanya.

Meski begitu, Wira menekankan AI tetap hanya alat bantu.

“AI tidak bisa menggantikan manusia. Undang-Undang Pers tetap mengatur bahwa kerja jurnalistik bertumpu pada verifikasi dan kebenaran. Produksi berita boleh dibantu AI, tapi akurasi fakta tetap tanggung jawab wartawan,” ujarnya.

Menurut dia, penggunaan AI dalam newsroom tetap harus diperlakukan sebagai second hand, bukan pengganti kerja manusia.

“AI itu masih sering rancu antara fakta dan halusinasi. Wartawan tidak boleh bekerja berdasarkan itu,” kata Wira.

Besok, kata dia, PWI Lampung akan menggelar pendidikan dasar kewartawanan bagi 85 calon anggota yang hendak bergabung.

“Mereka akan mempelajari sejarah PWI, tujuan organisasi, hingga etika jurnalistik. Malamnya dilanjutkan dengan uji kompetensi,” ujarnya.

Uji kompetensi akan dipandu langsung Ketua PWI Pusat dan Sekretaris PWI Pusat.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyebut pekan pendidikan ini menjadi ruang penting bagi wartawan untuk meningkatkan kapasitas di tengah perkembangan teknologi.

“Kegiatan ini sangat baik untuk meningkatkan potensi jurnalis, terutama soal kreativitas dan profesionalitas,” kata Munir.

Ia menegaskan AI hanya pelengkap. “AI memang membantu kerja wartawan, tetapi bukan bagian utama.

Yang tidak bisa digantikan AI adalah empati, simpati, dan keterlibatan emosional wartawan ketika menulis fakta,” ujarnya.

Menurut Munir, AI hanya dapat menyempurnakan struktur kalimat atau menambahkan informasi tambahan.

“Tapi inti karya jurnalistik tetap lahir dari hati dan kepekaan wartawan,” tindasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini