BANDAR LAMPUNG (kabarlambar.com) — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya pelestarian adat dan budaya Lampung sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya di kalangan generasi muda.
Hal itu disampaikan Gubernur saat menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional bertema “Cawo Bubalah Lampung” yang digelar Mighrul Lappung Bersatu di Balai Keratun, Jumat (22/5).
Menurut Rahmat Mirzani Djausal, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan pembangunan fisik, tetapi juga karakter masyarakat yang mampu menjaga identitas budaya dan nilai-nilai lokal.
“Kita ingin generasi muda Lampung tetap bangga menggunakan bahasa daerah dan menjaga budaya sebagai bagian dari jati diri,” ujar dia dalam sambutannya.
Ia mengatakan pelestarian budaya daerah perlu dilakukan secara konsisten agar bahasa dan adat Lampung tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Instruksi Gubernur Lampung Nomor 4 Tahun 2025 tentang Kamis Beradat, sekaligus upaya membangkitkan semangat pelestarian budaya melalui penggunaan bahasa Lampung.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Mighrul Lappung Bersatu, Dwita Ria, mengatakan lomba “Cawo Bubalah Lampung” bertujuan mendorong masyarakat, terutama generasi muda, lebih aktif menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.
“Langkah ini mungkin kecil, tetapi kami percaya jika dilakukan secara konsisten akan berdampak besar terhadap pelestarian bahasa dan budaya Lampung,” kata Dwita.
Ia menambahkan pihaknya juga menjalankan program kursus Bahasa Lampung bekerja sama dengan Universitas Lampung guna meningkatkan minat masyarakat mempelajari bahasa daerah.
Lomba “Cawo Bubalah Lampung” tahun ini diikuti 33 peserta yang menggunakan dua dialek Lampung, yakni dialek O dan dialek A, dari kategori umum maupun internal organisasi.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, kategori internal organisasi dimenangkan DPP Bidang Seni dan Olahraga sebagai juara pertama, disusul DPP Kota Metro dan DPP Bidang Pendidikan.
Sementara pada kategori umum, juara pertama diraih Tim Inti asal Bandar Lampung, juara kedua Anisa dan tim asal Bandar Lampung, serta juara ketiga Mutia dan tim asal Way Kanan.
Panitia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda tahunan dengan konsep yang lebih inovatif serta melibatkan lebih banyak generasi muda di Provinsi Lampung.











