Kabar Lambar – Sebanyak 51 siswa tingkat SMA dan SMK di Provinsi Lampung dinyatakan tidak lulus pada Tahun Ajaran 2025/2026.
Jumlah tersebut menjadi catatan di tengah tingginya tingkat kelulusan siswa yang hampir menyentuh angka sempurna. Mayoritas siswa di seluruh sekolah diketahui berhasil menuntaskan pendidikan mereka.
Pengumuman kelulusan siswa SMA/SMK Tahun Ajaran 2025/2026 sendiri telah dilakukan pada Senin, 4 Mei 2026.
Pada jenjang SMK, dari total 47.101 siswa, sebanyak 47.072 siswa dinyatakan lulus, sementara 29 siswa tidak lulus. Dengan demikian, tingkat kelulusan mencapai 99,94 persen.
Sementara itu, pada jenjang SMA negeri dan swasta, dari total 58.268 siswa, sebanyak 58.246 siswa dinyatakan lulus dan hanya 22 siswa tidak lulus. Persentase kelulusan di tingkat SMA bahkan lebih tinggi, yakni mencapai 99,96 persen.
Data tersebut menunjukkan mayoritas sekolah di Lampung mampu mempertahankan tingkat kelulusan hingga 100 persen. Meski demikian, masih terdapat sejumlah sekolah dengan siswa tidak lulus, meskipun jumlahnya relatif kecil dan tersebar di berbagai kabupaten/kota.
Untuk jenjang SMK, siswa tidak lulus tersebar di sejumlah daerah. Di Lampung Selatan masing-masing satu siswa tidak lulus terdapat di SMK Nurul Huda, SMKN 1 Kalianda, SMKN 1 Natar, dan SMKS Pembangunan Kalianda.
Di Lampung Tengah, SMKN 2 Terbanggi Besar mencatat dua siswa tidak lulus, serta masing-masing satu siswa di SMKS Muhammadiyah 1 Padang Ratu.
Lampung Timur menjadi wilayah dengan sebaran cukup banyak, di antaranya SMK Angkasa Bandar Sribhawono sebanyak tiga siswa, SMKS Muhammadiyah 1 Marga Tiga dua siswa, serta masing-masing satu siswa di SMK Maarif NU 9 Raden Intan, SMK Nurul Huda Batanghari, SMKS Darul Hidayah, dan SMKS Islam Nurul Iman.
Di Lampung Utara, masing-masing dua siswa tidak lulus terdapat di SMKS Karya Dharma 1 Abung Selatan dan satu siswa di SMKS Nusantara 1 Kotabumi.
Sementara di Mesuji, Pesisir Barat, Tulang Bawang Barat, dan Way Kanan masing-masing satu siswa tidak lulus di SMK Roudlotul Istiqomah, SMKN 1 Ngambur, SMKS Muhammadiyah Lambu Kibang, dan SMKN 1 Negeri Agung.
Untuk wilayah Bandar Lampung, siswa tidak lulus tercatat masing-masing satu siswa di SMK S Taman Karya Madya Teknik 1 dan SMKS Kridawisata, serta dua siswa di SMKS Bina Latih Karya.
Sementara pada jenjang SMA, siswa tidak lulus juga tersebar di sejumlah daerah. Di Lampung Barat, SMAN 1 Lumbok Seminung mencatat dua siswa tidak lulus.
Di Lampung Selatan terdapat satu siswa tidak lulus di SMAN 1 Merbau Mataram.
Di Lampung Tengah, jumlah siswa tidak lulus relatif lebih banyak, antara lain dua siswa di SMA Muhammadiyah Anak Ratu Aji dan SMAS Ma’arif 1 Seputih Banyak, serta masing-masing satu siswa di SMAN 1 Padangratu, SMAS Al Hidayah Way Seputih, SMAS Bangun Cipta Rumbia, dan SMAS Ma’arif 05 Padang Ratu.
Di Lampung Timur, satu siswa tidak lulus tercatat di SMAN 1 Batanghari. Lampung Utara masing-masing satu siswa di SMAS Muhammadiyah dan SMAS Wiyata Darma.
Di Pesawaran, SMAN 1 Punduh Pedada terdapat satu siswa tidak lulus dan SMAS Taman Siswa dua siswa.
Sementara di Tanggamus, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan Way Kanan masing-masing satu siswa tidak lulus di SMAN 1 Cukuh Balak, SMAN 1 Gedung Aji, SMAN 1 Lambu Kibang, dan SMAS Jurai Wira Negeri Agung.
Adapun di Bandar Lampung, satu siswa tidak lulus tercatat di SMAIT Permata Bunda.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung menjelaskan, angka ketidaklulusan yang sangat kecil tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya pernikahan dini.
“Angka kelulusan kita 99,96 persen. Ada sebagian kecil yang tidak lulus, dan itu memang dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya pernikahan dini,” ujarnya.
Ia mengatakan, sebagian siswa yang telah menikah memilih tidak mengikuti ujian meskipun telah dibujuk oleh pihak sekolah.
“Sudah kita bujuk untuk ikut ujian, tapi mereka tidak mau. Kami dorong mereka mengikuti ujian melalui PKBM agar tetap bisa melanjutkan pendidikan,” jelasnya.
Menurutnya, pemerintah tetap berupaya agar para siswa tersebut tidak putus sekolah dan tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan melalui jalur alternatif.
Secara keseluruhan, capaian ini mencerminkan kualitas pendidikan di Provinsi Lampung yang terus menunjukkan tren positif, dengan tingkat kelulusan yang hampir menyentuh angka sempurna di kedua jenjang pendidikan tersebut.











