Beranda advertorial Pemprov Lampung dan BPOM Bersinergi Awasi Produk hingga Berdayakan UMKM

Pemprov Lampung dan BPOM Bersinergi Awasi Produk hingga Berdayakan UMKM

7
0

bandar lampung – Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) Bandar Lampung dalam meningkatkan pengawasan obat dan makanan, sekaligus memperluas layanan publik yang inklusif bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat menerima kunjungan kerja jajaran Balai Besar POM Bandar Lampung di ruang kerjanya, Senin, 11 Mei 2026.

Pertemuan itu membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan pengawasan keamanan produk, inovasi pelayanan publik bagi kelompok rentan, hingga pemberdayaan UMKM yang melibatkan penyandang disabilitas di Provinsi Lampung.

Dalam kesempatan itu, Jihan menegaskan pengawasan obat dan makanan merupakan aspek penting dalam melindungi kesehatan masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan BPOM dinilai perlu terus diperkuat agar masyarakat mendapatkan jaminan produk yang aman, bermutu, dan layak konsumsi.

“Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi Balai Besar POM yang selama ini turut membantu pemerintah dalam pengawasan obat dan makanan,” ujar Jihan.

Selain pengawasan produk, Jihan juga menyoroti inovasi pelayanan publik Balai Besar POM melalui program Caring is Love yang menghadirkan layanan ramah bagi kelompok rentan.

Menurutnya, layanan inklusif tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mewujudkan pelayanan publik yang humanis dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.

“Pelayanan publik harus bisa dirasakan semua orang, termasuk kelompok rentan. Inovasi seperti ini sangat penting untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam mendapatkan layanan,” katanya.

Tak hanya itu, Jihan turut menaruh perhatian terhadap program pemberdayaan UMKM yang digagas Balai Besar POM, khususnya bagi penyandang disabilitas di Lampung.

Program tersebut dinilai menjadi langkah nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi kelompok disabilitas melalui pendampingan usaha, pelatihan, hingga fasilitasi perizinan agar produk yang dihasilkan memenuhi standar keamanan dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Sebagai Ketua Umum Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung (PKDL), Jihan menegaskan pemberdayaan penyandang disabilitas merupakan bagian penting dari pembangunan daerah yang inklusif.

Ia memastikan Pemerintah Provinsi Lampung siap mendukung penuh dan berkolaborasi dengan Balai Besar POM dalam memperluas jangkauan program, baik dalam aspek pengawasan maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Pemprov Lampung berkomitmen untuk terus bersinergi, memastikan pengawasan obat dan makanan berjalan optimal, sekaligus mendorong tumbuhnya UMKM yang inklusif dan berdaya saing,” pungkas Jihan.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini