Beranda advertorial Wagub Jihan: Dukungan Kemenkop Buka Jalan Ekspor Komoditas Unggulan Lampung

Wagub Jihan: Dukungan Kemenkop Buka Jalan Ekspor Komoditas Unggulan Lampung

9
0

bandar lampung – Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi dukungan Kementerian Koperasi dalam memperkuat koperasi sebagai motor penggerak ekonomi daerah, khususnya melalui peningkatan akses permodalan, pemasaran, dan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah di Koperasi Agro Mulyo Lestari, Desa Giri Mulyo, Kecamatan Marga Sekapung, Lampung Timur, Senin 4 Mei 2026

Dalam kesempatan itu, Jihan menilai dukungan Kementerian Koperasi telah mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah, seperti Alpukat Siger, menjadi lebih profesional hingga mampu memperluas pasar dari tingkat regional menuju pasar internasional.

“Pemprov Lampung siap memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membuka akses pasar ekspor bagi komoditas unggulan daerah,” ujar Jihan.

Ia menambahkan, sinergi akan dilakukan dengan sejumlah instansi, seperti Badan Standardisasi Nasional, Ditjen Bea Cukai, dan Ditjen Perdagangan Luar Negeri, guna memberikan pendampingan dan sosialisasi kepada koperasi, tidak hanya di sektor alpukat, tetapi juga komoditas unggulan lain seperti kakao dan nanas, khususnya di Lampung Timur.

Selain itu, Pemprov Lampung juga akan menggandeng kalangan akademisi dalam mendukung pengembangan sektor pertanian, termasuk riset perlindungan tanaman.

“Perguruan tinggi seperti ITERA dan Universitas Lampung akan dilibatkan untuk melakukan riset, terutama terkait proteksi hama pertanian, sehingga mampu memberikan solusi konkret bagi petani,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat koperasi sebagai pilar ekonomi nasional, sekaligus mendukung program swasembada pangan.

“Pemerintah hadir untuk mendampingi dan melayani koperasi, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dalam mewujudkan swasembada pangan,” kata Farida.

Ia menjelaskan, Kementerian Koperasi saat ini mendorong koperasi masuk ke sektor produksi, distribusi, hingga industri agar mampu bersaing di pasar nasional.

Menurutnya, terdapat tiga tantangan utama yang dihadapi koperasi, yakni akses permodalan, pemasaran, dan kualitas SDM. Karena itu, pihaknya terus mendorong pengelolaan koperasi yang profesional agar mampu menarik minat mitra usaha (off taker).

Dalam aspek pembiayaan, Kementerian Koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) menyediakan akses pinjaman khusus bagi koperasi.

Selain itu, Kementerian Koperasi juga tengah membangun ekosistem pemasaran melalui pembentukan 131 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lampung Timur. KDKMP diharapkan menjadi etalase modern bagi produk unggulan daerah, seperti alpukat siger, kakao, serta produk UMKM seperti tapis dan batik.

“Koperasi harus menjadi pusat produksi sekaligus memiliki jalur distribusi dan etalase sendiri, sehingga mampu menjadi pengendali ekonomi nasional berbasis desa,” tegasnya.

Di sisi lain, Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Ari Permana menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendampingi koperasi agar berkembang dan memiliki daya saing hingga tingkat global.

“Kami siap mendampingi koperasi hingga mampu bersaing, tidak hanya di tingkat lokal dan regional, tetapi juga internasional,” pungkas Ari.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini